Entries (RSS)
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan

Asal Usul Kata "Buseet"

Threeyarahardja.com - "Busyet dah ! Gua lupa !" seorang teman mengungkapkan ekspresinya ketika telepon genggamnya tertinggal. Sebuah ungkapan yang umum ditelinga kita, terutama bagi orang Betawi atau mereka yang tinggal di Jakarta.

Mungkin anda sering pula mendengar istilah tersebut. Busyet, buset, atau kadang ada orang Betawi pinggiran yang menyingkatnya menjadi 'Et dah' atau 'et deh'. Sebenarnya semuanya sama, hanya kadang berbeda pengucapannya.

Penyebutan kata 'busyet' atau 'buset' maupun singkatan kata 'et dah' saat ini sebenarnya rancu. Kerancuan penyebutan kata tersebut dapat dimaklumi karena ketidaktahuan latar belakang sejarahnya. 'Busyet', saya akan mengambil satu kata ini dalam tulisan berikut.
Kekeliruan yang terjadi

Kata busyet saat ini bermetamorfosis menjadi sebuah ungkapan keterkejutan. Kata 'busyet' sama seperti kata 'alamak', 'alamak jan', 'aduh', atau 'astagfirullah'.

Dalam masyarakat, penggunaan kata-kata ini menjadi sama maksudnya. Padahal terjadi kekeliruan atau kurang tepat penggunaannya. Seperti kata 'aduh' yang seharusnya menggambarkan 'rasa sakit'. Dalam komunikasi verbal, kata aduh digunakan seperti dalam kalimat, "Aduh, tas saya tertinggal !". Padahal ketinggalan tas tidak menyebabkan rasa sakit bukan ? Nah, kira-kira seperti itulah kekeliruan verbal yang akhirnya diadopsi dalam budaya tulisan.

Wanita Ideal Menurut Orang Jawa

"Selalu ada perempuan hebat, di samping laki-laki hebat..."

http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs256.snc1/10332_306105435152_208771375152_9535678_6471253_n.jpgThreeyaRahardja.com - UNGKAPAN ini laiknya filosofi tentang perempuan menurut budaya Jawa. "Estri", salah satu terminologi di Jawa untuk menyebut perempuan ini berasal dari bahasa Kawi (estren), yang berarti panjurung atau pendorong.

Hampir sama denga kata "garwo", berdasarkan etimologi rakyat Jawa, dipresepsikan sebagai "sigaraning nyowo" (belahan jiwa). Perempuan modern mengartikan falsafah Jawa ini untuk menepis anggapan bahwa perempuan dalam budaya Jawa bukan sekedar konco wingking atau pemandu sorak belaka.

Sering juga, istri disimbolkan sebagai "pedharingan" alias periuk. Dahulu, periuk adalah tempat menyimpan beras atau menanak nasi. Ini diartikan sebagai fungsi perempuan untuk menyimpan harta benda yang dicari suami, kemudian mengolahnya untuk kelangsungan hidup keluarga.
Fungsi tersebut tak ubahnya sebagaimana seorang sutradara yang berperan di belakang layar. Dimana seorang istri sangat berpengaruh dalam menentukan keputusan rumah tangga. Lalu, seperti apa ciri perempuan ideal yang selalu diharapkan oleh seorang laki-laki itu? Berikut ciri perempuan ideal yang dikutip dari Serat Candraning Wanita.

1. Mrica Pecah - Butiran Merica yang Pecah
Perempuan dalam kategori ini adalah perempuan yang digambarkan sebagai perempuan dengan badan yang ramping dan padat, dengan kulit putih dan dengan payudara yang montok.
Sifat dari ciri utama perempuan ini adalah kemampuannya yang dengan mudah dapat diterima di berbagai kalangan, tapi sangat rapat menyimpan rahasia. Perempuan seperti ini dikatakan akan membawa kebahagiaan kepada pasangan yang memiliki kedudukan yang tinggi, karena kemampuannya untuk mendampingi suami dalam berbagai kesempatan sekaligus kemampuannya untuk dapat menutup mulut dan menjaga kehormatan sang suami.

Pernikahan Yang Aneh




Pernikahan dapat menjadi sebuah momen indah dan penuh kebahagiaan yang menandai penyatuan dua insan. Uniknya, pernikahan seringkali dilangsungkan dengan berbagai adat.
Bahkan tak jarang di tengah kebahagiaan tersebut, pasangan harus melewati prosesi adat yang aneh dan irasional. Ada beberapa tradisi pernikahan yang dianggap paling aneh di dunia. Simak lima di antaranya berikut ini:

5. Menculik pengantin wanita di Roma
Kebanyakan malam pengantin dihabiskan dengan cara romantis tetapi tidak dengan adat pernikahan di Roma. Pengantin pria diharuskan ‘menculik’ pengantin wanitanya. Budaya ini kental pada kehidupan kaum gipsi Romawi. Bila seorang pria berhasil menculik seorang gadis dan menyembunyikannya selama dua-tiga hari, ia akan resmi menjadi istri.

Kebiasaan Yang Gak boleh Ilang Dalam Kehidupan Kita

ThreeyaRahardja.com - Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tau dgn budaya yg bakal saya sebut ini, tapi akhir2ini budaya ini luntur oleh globalisasi....
sungguh sangat disayangkan....budaya2 tersebut adalah:

1. Cium tangan

biasanya sih dibilang salim, tapi ini penting lho Kawan, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah Anda mencium tangan ortu kalian?

Nikahan Ala Korea

ThreeyaRahardja.com - saya akan mengajak Anda untuk mengenal tradisi pernikahan di salah satu negara di dunia, yaitu Korea. Negara yang terkenal dengan film-film komedi dan melow, seperti “Full House”, “Coffee Prince”, dan “Boys Before Flowers”, ini ternyata memiliki tradisi pernikahan yang unik loh.

Awalnya, para teman dekat pengantin pria akan beramai-ramai membawakan hadiah pertunangan ke rumah calon pengantin wanita. Hadiah itu dimasukkan ke dalam kotak yang diberi nama hahm. Para pengantar hadiah pertunangan ini akan tiba di rumah sang pengantin wanita, lengkap dengan kostum dan wajah yang dipoles menajdi hitam, lalu meraka akan bernyanyi.

http://tslandwb.files.wordpress.com/2009/02/korea-entertainment-016.jpg

At Kelud Mountain Blitar, East Java